banner 728x250

Perkuat Ideologi Pancasila, Rizani Andi Wijaya Gelar Pendidikan Pancasila di Terbanggi Besar

banner 120x600
banner 468x60

Lampung Tengah, harianlontar.com. — Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan digital, penguatan ideologi Pancasila menjadi hal penting untuk membangun pola pikir masyarakat yang kritis sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.

Hal tersebut diwujudkan oleh legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Rizani Andi Wijaya, melalui kegiatan Pendidikan Pancasila yang digelar di Dusun I, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, pada Oktober 2026.

banner 325x300

Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga kalangan milenial. Para peserta mengikuti pemaparan materi mengenai sejarah, nilai-nilai, serta pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya, Rizani Andi Wijaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir di sini yang telah menyempatkan waktunya untuk ikut dalam pendidikan Pancasila,” jelasnya.

Sementara itu, Bahtiar, pemateri yang juga merupakan guru di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, memaparkan sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mulai dari tahap persiapan kemerdekaan hingga proses para founding fathers atau pendiri bangsa merumuskan dasar negara.

Ia menekankan bahwa fondasi kebangsaan memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan negara Indonesia.

“Untuk membangun rumah harus pondasinya terlebih dahulu dibuat,” paparnya.

Dalam sesi tanya jawab, Bahtiar juga menegaskan bahwa Pancasila akan tetap berdiri kokoh selama negara Indonesia tetap ada. Karena itu, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat di tengah perubahan zaman.

Selain membahas ideologi kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan lingkungan.

Salah seorang tokoh masyarakat, Abdullah, menyampaikan bahwa musala setempat masih membutuhkan pompa air untuk menunjang kebutuhan warga dalam beribadah.

“Untuk sumur bor Alhamdulillah telah ada donatur dari hamba Allah, namun permasalahan yang belum ada adalah pompa airnya,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, pada akhir kegiatan disampaikan rencana untuk menurunkan tim guna melihat dan melakukan survei terhadap kebutuhan tersebut. Hasil survei selanjutnya akan diusulkan dalam beberapa hari ke depan.
(Red/yudi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *